Nasi Kuning Tumpeng dan Filosofi

In Makanan 73 views

Nasi telah menjadi makanan pokok bagi sebagian besar masyarrakat indonesia. Bahannya yang mudah didapat, harganya yang cenderung murah, dan mengandung karbohidrat yang tinggi sehingga memberi rasa kenyang adalah beberapa keunggulan nasi, dibanding bahan makanan lainnya. bahkan disetiap acara, nasi selalu disuguhkan. Nasi kuning tumpeng salah satunya.

Nasi Kuning Tumpeng dan Filosofi

Gambar Nasi Kuning Tumpeng

Meskipun nasi dapat disajikan dalam berbagai bentuk penyajian, seperti nasi rames, nasi liwet, nasi pepes, nasi goreng, nasi bakar, dan sebagainya. nampaknya nasi kuning tumpeng adalah primadona penyajian nasi dengan kasta paling tinggi. Di acara-acara besar seperti ulang tahun, atau pembukaan suatu acara misalnya, nasi ini hampir selalu hadir sebagai simbolisasi penting acara tersebut.

Nasi kuning tumpeng hampir selalu disajikan dengan bentuk kerucut, dengan ujung lancip yang di atasnya diberi cabai merah, warna nasi kuning, disajikan diatas penampan yang dialasi daun pisang dengan berbagai hiasannya. Nasi ini juga dikelilingi oleh berbagai macam lau pauknya. Mulai dari tempe atau tahu goreng, sambal goreng kentang, ayam, telur, mie, perkedel, kering tempe, ayam, lalapan, dsb.

Ternyata, dibalik tampilannya yang menawan, dan hiasannya yang ciamik itu, ada makna yang dalam yang berisi doa dan pengharapan bagi penyelenggara acara, berikut beberapa diantaranya :

  • Bentuk

Bentunya yang kerucut seperti topi caping yang tinggi ini mencerminkan bahwa kita diharapkan akan mampu mencapai puncak tertinggi kesuksesan, bentuknya yang seperti gunung juga awalnya dimaksudkan karena kesakralan gunung waktu dulu. orang-orang dulu, menganggap bahwa dewa bersemayam diatas gunung.

  • Warna

Kuning menjadi warna yang kerap kita lihat pada nasi tumpeng. Warna kuning sendiri menyimbolkan keceriaan, atau suka cita. Karena nasi tumpeng sering disajikan di berbagai acara syukuran yang menandakan kebahagiaan bagi yng menyelenggarakan acara. Meskipun ada warna lain seperti warna putih yng juga punya arti sakral. atau nasi tumpeng warna yang telah dimodifikasi pembuatnya.

  • Penyajian

Nasi tumpeng disajikan dengan tujuh macam lauk pauk di sekelilingnya. Dalam istilah jawa, tujuh adalah PITU. Pitulung, pitulung berarti pertolongan, filosofis dari angka ini diharapkan bahwa nantinya akan senantiasa ada pertolongan dari yang maha kuasa. Agar si penyelenggara juga mendapat kebaikan dan terhindar dari keburukan.

  • Porsi

Nasi tumpeng kebanyakan dibuat dengan ukuran yang cukup besar. mengapa? Karena diujung acara, nasi ini akan dibagikan merata kepada pengunjung atau tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut. ini adalah sebagai bentuk rasa syukur untuk berbagi kepada sesama.

  • Ritual potong pucuk

Ujung tumpeng adalah bagian tertinggi dari tumpeng, saat acara sudah dimulai, ada yang namanya potong tumpeng. Secara simbolis potongan ini akan diserahkan kepada mereka yang dianggap paling dimuliakan, entah secara jabatan, secara usia, kedudukan atau semacamnya. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya penghormatan dan pemuliaan. Juga permohonan restu agar kedepannya tetap diberi kemudahan.

Nasi tumpeng telah menjadi budaya indonesia, khususnya ditanah jawa. Keberadaannya yang kaya makna masih tetap lestari dan harus terus dilestarikan. Membuatnya bukan pula hal yang sulit, bisa pula anda coba untuk berbagai perayaan baik itu formal maupun non formal. Karena memang nasi tumpeng bukanlah hal yang kuno, bahkan seperti di kota besar, nasi tumpeng jakarta kerap jadi primadona dalam pembukaan suatu acara.

Tumpengan Ulang Tahun Yang Paling Favorit
Tumpengan Ulang Tahun Yang Paling Favorit
Tumpeng adalah salah satu makanan khas Indonesia

Top